BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Mendasar UU No.
20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, perubahan dan pengembangan kurikulum yang
selalu disempurnakan pada dasarnya dimaksudkan untuk menciptakan dan
menghasilkan produk pendidikan (lulusan di setiap jenjang pendidikan) dengan
kualitas yang baik, dengan tujuan pendidikan yang meliputi tujuan pendidikan
nasional serta kesesuaian dan kekhasan, kondisi dan potensi daerah. Maka perubahan, pengembangan atau penyempurnaan kurikulum
yang dilakukan pemerintah apapun namanya dan bagaimanapun formatnya harus
disikapi dengan bijak dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh semua
pelaku pendidikan.
SMA Negeri 2 Ngawi sebagai salah satu penyelenggara
pendidikan sangat berkompetensi terhadap berhasilnya tujuan pendidikan nasional.
Persiapan yang matang, perencanaan yang terprogram serta pelaksanaan KBM yang
efektif, kreatif, inovatif, dan produktif diharapkan mampu menghasilkan output
yang unggul diantaranya:
1.
Berbudaya
dan berkepribadian yang berdasar pada IMTAQ serta penguasaan IPTEK.
2.
Dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan masyarakat global.
3.
Siap
menghadapi perkembangan dunia global.
4.
Siap
berkompetensi untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
Pada tahun pelajaran 2014/2015, di SMA Negeri 2 Ngawi
diberlakukan 2 macam kurikulum yaitu :
1.
Kurikulum
2013
SMA Negeri 2 Ngawi ditunjuk sebagai salah satu pilot
project untuk pelaksanaan kurikulum 2013, untuk kelas X dan XI
Rasional Pengembangan Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor
sebagai berikut:
a. Tantangan
Internal
Tantangan
internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan
tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan
yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar
pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Tantangan
internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari
pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia
produktif (15-64 tahun) lebih banyak dari usia tidak produktif (anak-anak
berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas). Jumlah penduduk
usia produktif ini akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat
angkanya mencapai 70%. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah
bagaimana
mengupayakan
agar sumberdaya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat
ditransformasikan menjadi sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi dan
keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban.
b. Tantangan
Eksternal
Tantangan
eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang
terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi,
kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat
internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari
agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan
modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO), Association
of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community, Asia-Pacific Economic
Cooperation (APEC), dan ASEAN Free Trade Area (AFTA). Tantangan
eksternal juga terkait dengan pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan
imbas teknosains serta mutu, investasi, dan transformasi bidang pendidikan.
Keikutsertaan Indonesia di dalam studi International Trends in International
Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Program for International
Student Assessment (PISA) sejak tahun 1999 juga menunjukkan bahwa capaian
anak-anak Indonesia tidak menggembirakan dalam beberapa kali laporan yang
dikeluarkan TIMSS dan PISA. Hal ini disebabkan antara lain banyaknya materi uji
yang ditanyakan di TIMSS dan PISA tidak terdapat dalam kurikulum Indonesia.
c. Penyempurnaan
Pola Pikir
Kurikulum 2013
dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir sebagai berikut:
1) pola
pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta
didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang
dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama;
2) pola
pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran
interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam,
sumber/media lainnya);
3) pola
pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik
dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi
serta diperoleh melalui internet);
4) pola
pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran siswa aktif
mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains);
5) pola belajar
sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim);
6) pola
pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia;
7) pola
pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan
memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik;
8) pola
pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran
ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan
9) pola
pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.
d. Penguatan Tata
Kelola Kurikulum
Pelaksanaan
kurikulum selama ini telah menempatkan kurikulum sebagai daftar matapelajaran.
Pendekatan Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah diubah
sesuai dengan kurikulum satuan pendidikan. Oleh karena itu dalam Kurikulum 2013
dilakukan penguatan tata kelola sebagai berikut:
1) tata kerja
guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif;
2) penguatan
manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai
pimpinan kependidikan (educational leader); dan
3) penguatan
sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.
e. Penguatan Materi
Penguatan materi
dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta
didik.
B. Karakteristik
Kurikulum 2013
Kurikulum 2013
dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:
1. mengembangkan
keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu,
kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik;
2. sekolah
merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana
dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat
dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar;
3. mengembangkan
sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi
di sekolah dan masyarakat;
4. memberi waktu
yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan;
5. kompetensi
dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam
kompetensi dasar matapelajaran;
6. kompetensi
inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi
dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk
mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti;
7. kompetensi
dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced)
dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan
(organisasi horizontal dan vertikal).
C. Tujuan
Kurikulum 2013
Kurikulum 2013
bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup
sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif,
dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara, dan peradaban dunia.
2.
Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP), untuk kelas XII.
KTSP merupakan
bentuk pengembangan kurikulum yang mengacu pada PP NO. 19 Tahun 2005 tentang
standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan
nasional. Standar nasional pendidikan yang mencakup standar isi, proses,
kompetensi kelulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan,
pembiayaan, dan pendidikan harus dicapai oleh setiap penyelenggara pendidikan.
B.
LANDASAN KURIKULUM 2013 DAN KTSP
A. Landasan
Filosofis
Landasan
filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang
akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran,
posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan
masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.
Kurikulum 2013
dikembangkan dengan landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan
seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang
tercantum dalam tujuan pendidikan nasional.
Pada dasarnya
tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan secara spesifik
untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang berkualitas.
Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 dikembangkan menggunakan filosofi
sebagai berikut:
1. Pendidikan
berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa kini dan masa
mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan
budaya bangsa Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa
kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa
depan. Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi
kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah rancangan
pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa. Dengan demikian,
tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas utama suatu kurikulum.
Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa depan peserta didik, Kurikulum
2013 mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi
peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa
kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan
kemampuan mereka
sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan
masyarakat dan bangsa masa kini.
2. Peserta didik
adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini,
prestasi bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau adalah sesuatu yang
harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta didik. Proses
pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada peserta didik
untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir rasional dan
kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa yang dilihat,
didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna yang
ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan psikologis
serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan kemampuan berpikir
rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum 2013 memposisikan keunggulan
budaya tersebut dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan
dimanifestasikan dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat
sekitarnya, dan dalam kehidupan berbangsa masa kini.
3. Pendidikan
ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan kecemerlangan akademik
melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan bahwa isi kurikulum
adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran disiplin ilmu (essentialism).
Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama matapelajaran yang sama dengan
nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan intelektual
dan kecemerlangan akademik.
4. Pendidikan
untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih baik dari masa
lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan berkomunikasi, sikap
sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun kehidupan masyarakat dan
bangsa yang lebih baik (experimentalism and social reconstructivism).
Dengan filosofi ini, Kurikulum 2013 bermaksud untuk mengembangkan potensi
peserta didik menjadi kemampuan dalam berpikir reflektif bagi penyelesaian
masalah sosial di masyarakat, dan untuk membangun kehidupan masyarakat
demokratis yang lebih baik.
Dengan demikian,
Kurikulum 2013 menggunakan filosofi sebagaimana di atas dalam mengembangkan
kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas,
berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri
seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia.
B. Landasan
Teoritis
Kurikulum 2013
dikembangkan atas teori pendidikan berdasarkan standar (standard-based
education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-based
curriculum). Pendidikan berdasarkan
standar
menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang
dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum
berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar
seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap,
berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak.
Kurikulum 2013
menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam
bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas,
dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum)
sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik.
Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi
dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.
C. Landasan
Yuridis
Landasan yuridis
Kurikulum 2013 adalah:
1. Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. Undang-undang
Nomor 17 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional,
beserta segala ketentuan yang dituangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional; dan
4. Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
5. PP No 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan
Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
6. Permendiknas
No. 6 Tahun 2007 tentang perubahan permendiknas Nomor
24 tahun 2006.
7.
Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan
8. Permendiknas
No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
9. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
10. Permendiknas No. 54 Tahun 2013 tentang Standar
Kompetensi Lulusan
11. Permendiknas No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi
12. Permendiknas No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses
13. Permendiknas No. 66 Tahun 2013 tentang Standar
Penilaian
14. Permendikbud RI No. 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum
2013 SMA yang mencakup Kerangka daar Struktur Kurikulum SMA, Kompetensi Inti
dan Kompetensi Dasar, Silabus serta Pedoman Mata Pelajaran
15. Permendikbud RI No. 62 Tahun tentang Kegiatan Ekstra
Kurikuler
16. Permendikbud RI No. 63 Tahun 2014 tentang Kepramukaan
17. Permendikbud RI No. 64 Tahun 2014 tentang Peminatan
LANDASAN
KTSP
1. Undang-Undang
No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ketentuan dalam UU No. 20
Tahun 2003 yang mengatur KTSP adalah pasal 1 ayat 19, pasal 18 ayat 1, 2, 3, 4, pasal 32 ayat 1, 2, 3, pasal 35
ayat 2, pasal 36 ayat 1, 2, 3, 4, pasal 47 ayat 1, 2, 3, pasal 38 ayat 2, pasal
57 ayat 1
2. Peraturan
Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Ketentuan
didalam PP No. 19 Tahun 2005 yang mengatur KTSP adalah : pasal 1 ayat 5, 13,
14, 15, pasal 5 ayat 1, 2, pasal 6 ayat 6, pasal 7 ayat 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8,
pasal 8 ayat 1, 2, 3, pasal 10 ayat 1,
2, 3, pasal 11 ayat 1, 2, 3, 4, pasal 13 ayat 1, 2, 3, 4, pasal 14 ayat 1, 2,
3, 4, pasal 16 ayat 1, 2, 3, 4, pasal 17 ayat 1, 2, pasal 18 ayat 1, 2, 3.
3. Permendiknas
No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi
Standar Isi mencakup lingkup materi
dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis
pendidikan tertentu. Termasuk dalam standar isi adalah kerangka dasar dan
struktur kurikulum, standar kompetensi ( SK ) dan kompetensi dasar ( K D )
setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang
pendidikan dasar dan menengah.
4. Permendiknas
No. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan
5. Permendiknas
No. 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 Tahun 2006
6. Permendiknas
No. 6 Tahun 2007 Tentang Perubahan Permendiknas No. 24 Tahun 2006 Tentang
Pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 Tahun 2006
7. Permendikbud No 61 tahun 2014 tentang KTSP
TUJUAN
PENGEMBANGAN KTSP
Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.
Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia
Keimanan dan ketaqwaan
serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara
utuh. Kurikulum disusun yang
memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan taqwa
serta akhlak mulia
2.
Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan
tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
3.
Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
Daerah memiliki
keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik
lingkungan, oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk
menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah.
4.
Tuntutan
pembangunan daerah
Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan
tuntutan pembangunan daerah dan nasional.
5.
Tuntutan
dunia kerja
Kurikulum harus memuat
kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai
dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja, khususnya
bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
6.
Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan
berkesinambunagn sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni.
7.
Agama
Kurikulum harus dikembangkan untuk meningkatkan toleransi
dan kerukunan umat beragama, memperhatikan norma agama yang berlaku di
lingkungan sekolah.
8.
Dinamika
perkembangan global
Kurikulum harus dikembangkan
agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan
dengan bangsa lain.
9.
Persatuan
Nasional Dan Nilai Nilai Kebangsaan
Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan
dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
10. Kondisi sosial budaya masyarakat
setempat
Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan
karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian
keragaman budaya.
11. Kesetaraan Jender
Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang
berkeadilan dan mendorong tumbuh berkembangnya kesetaraan jender.
12. Karakteristik satuan pendidikan
Kurikulum harus dikembangkan sesuai visi, misi, tujuan,
kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan.
PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP:
1.
Berpusat
pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan
lingkungannya
2.
Kurikulum
dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki potensi sentral
untuk mengembangkan kompettensinya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengenbangan kompetensi
peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan
kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral
berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.
3.
Beragam
dan terpadu
Peserta
didik, kondisi daerah, jenjang pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama,
suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender. Kurikulum
meeliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan
pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan
kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi
4.
Tanggap
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Kurikulum
dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat da isi kurikulum
memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
5.
Relevan
dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan
kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk
menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya
kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha, dan dunia kerja. Oleh karena itu,
pengembangan ketrampilan pribadi, ketrampilan berpikir, ketrampilan sosial,
ketrampilan akademik, dan ketrampilan vokasional merupakan keniscayaan.
6.
Menyeluruh
dan kesinambungan
Substansi
kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan
mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan
antarsemua jenjang pendidikan.
7.
Belajar
sepanjang hayat
Kurikulum
diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan. Dan pemberdayaan peserta
didik agar mampu dan mau belajar yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang seta arah pengembangan manusia seutuhnya.
8.
Seimbang
antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum
dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah
untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan
nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan
dengan motto Bhineka Tungal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI).
BAB
II
TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN
A. TUJUAN
PENDIDIKAN MENENGAH
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan
menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut.
1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan
dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan
untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2. Tujuan pendidikan menengah adalah
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan kejuruannya
B.
Visi :
Berbudaya dan berkepribadian yang terbentuk melalui
pendewasaan IMTAQ dan IPTEK yang kompetitif yang berwawasan global
berkepribadian Indonesia
C.
Misi
:
v
Menciptakan
suasana kondusif penuh kekeluargaan yang bernuansa religius, etika dan moral.
v
Mewujudkan
warga sekolah yang sadar akan aturan tata tertib serta kedisiplinan yang
tinggi.
v
Mewujudkan
KBM yang efektif, kreatif, dan inovatif dengan mengembangkan kompetensi secara
optimal.
v
Mengoptimalkan
pelaksanaan bimbingan dalam mengantar perkembangan siswa, menemukan jati
dirinya secara utuh.
v
Mengembangkan
pelayanan unggul dalam pembinaan siswa.
v
Mengembangakan
potensi sesuai bakat, minat siswa dalam bidang seni, olah raga, dan
psikomotorik lainnya.
v
Mengoptimalkan
perkembangan daya pikir, akal budi untuk setinggi- tingginya prestasi, baik
akademik keberhasilan di PTN maupun kepribadian yang teruji.
D.
TUJUAN
1.
Tujuan Umum
Tujuan
pendidikan menengah adalah meningktakan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,
akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut.
2.
Tujuan
Satuan Pendidikan
a.
Mempersiapkan
peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak
mulia dan berkepribadian luhur.
b.
Mempersiapkan
peserta didik agar menjadi manusia yang berilmu,, cerdas, cakap, kritis, kreatif, inovatif dan berprestasi
dalam bidang sains, olahraga dan seni.
c.
Mempersiapkan
peserta didik agar menjadi manusia
yang sehat, mandiri dan percaya diri
d.
Membekali
peserta didik agar memiliki keterampilan teknologi informasi dan komunikasi
serta mampu mengembangkan diri secara mandiri.
e.
Menanamkan
peserta didik sikap ulet dan gigih dalam berkompetensi, beradaptasi dengan
lingkungan dan mengembangkan sikap sportifitas.
f.
Membekali
peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu bersaing dan
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
g.
Mencetak
insan yang toleran, peka
sosial, demokratis dan bertanggung
jawab kepada bangsa, negara dan agama.
3. Tujuan Sekolah
Bertolak dari visi, misi sekolah sebagaimana tersebut di
atas, maka berdasarkan kondisi obyektif dan potensi yang dimiliki, SMA Negeri 2
Ngawi mencanangkan tujuan sebagai berikut:
1.
Tujuan
Jangka Panjang
1)
Melaksanakan
proses pembelajaran yang berkualitas dan efektif serta pencapaian nilai akhir
rata-rata 9,50.
2)
Mengupayakan
siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri 90
% dari siswa yang mendaftar di PTN.
3)
Mengupayakan
siswa berprestasi bidang olimpiade sampai tingkat internasional.
4)
Mengupayakan
siswa berprestasi bidang olah raga dan seni sampai tingkat nasional.
5)
Siswa
memiliki tingkat keimanan dan ketaqwaan yang
tinggi, sikap, tingkah laku yang terpuji dan akhlaqul karimah.
6)
Menciptakan
kultur sekolah yang kondusif yang mampu meningkatkan mutu pendidikan.
7)
Menjadikan
siswa disiplin dan tertib sehingga menghasilkan ketahanan sekolah yang mantap.
8)
Menyempurnakan
sarana dan prasarana belajar (perpustakaan, ruang kelas, laboratorium, sanggar
seni, ruang online.
2. Tujuan Jangka
Menengah
1)
Melaksanakan
proses pembelajaran yang berkualitas dan efektif serta pencapaian nilai akhir
rata-rata 8,75.
2)
Mengupayakan
siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri 85 % dari siswa yang mendaftar di PTN.
3)
Mengupayakan
siswa berprestasi bidang olimpiade di tingkat nasional.
4)
Mengupayakan
siswa berprestasi bidang olah raga dan seni sampai tingkat propinsi.
5)
Siswa
memiliki tingkat keimanan dan ketaqwaan yang
tinggi, sikap, tingkah laku yang terpuji dan akhlaqul karimah.
6)
Menciptakan
kultur sekolah yang kondusi yang mampu meningkatkan mutu pendidikan.
7)
Menjadikan
siswa disiplin dan tertib sehingga menghasilkan ketahanan sekolah yang mantap.
8)
Melengkapi
sarana dan prasrana belajar (perpustakaan, ruang kelas, laboratorium, sanggar
seni, ruang online.
3. Tujuan
Jangka Pendek
1)
Melaksanakan
proses pembelajaran yang berkualitas dan efektif serta pencapaian nilai akhir 8,25.
2)
Mengupayakan
siswa diterima di Perguruan Tinggi Negeri 80
% dari siswa yang mendaftar di PTN.
3)
Mengupayakan
siswa berprestasi bidang olimpiade di tingkat propinsi.
4)
Mengupayakan
siswa berprestasi bidang olah raga dan seni sampai tingkat kabupaten.
5)
Siswa
memiliki tingkat keimanan dan ketaqwaan yang
tinggi, sikap, tingkah laku yang terpuji dan akhlaqul karimah.
6)
Menciptakan
kultur sekolah yang kondusi yang mampu meningkatkan mutu pendidikan.
7)
Menjadikan
siswa disiplin dan tertib sehingga menghasilkan ketahanan sekolah yang mantap.
8)
Merehabilitasi
sarana dan prasarana belajar dst.
9)
Menyiapkan
siswa mengikuti pertukaran pelajar ASEAN dan AFS.
10)
Bekerja
sama dengan UNESCO melalui ASP net.
BAB
III
STRUKTUR
DAN MUATAN KTSP SMA NEGERI 2 NGAWI
A.
KOMPETENSI INTI DAN STRUKTUR KURIKULUM
KELAS
X dan XI
A.1 KOMPETENSI INTI KURIKULUM 2013
Kompetensi inti dirancang seiring
dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi
inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda
dapat dijaga.
Rumusan kompetensi inti
menggunakan notasi sebagai berikut:
1.
Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
2.
Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
3.
Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan; dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk
kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang
Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dapat
dilihat pada Tabel berikut.
|
KOMPETENSI INTI KELAS X |
KOMPETENSI INTI KELAS XI |
KOMPETENSI INTI KELAS XII |
|
1.
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya |
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya |
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya |
|
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia |
2. Menghayati dan mengamalkanperilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia |
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia |
|
3.Memahami,menerapkan, menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk
memecahkan masalah |
3. Memahami,
menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang
kajian yang spesifik
sesuai dengan bakat
dan minatnya untuk
memecahkan masalah |
3. Memahami, menerapkan, menganalisis
dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban
terkait penyebab
fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang
kajian yang spesifik
sesuai dengan
bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah |
|
4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan |
4.Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan |
4.Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan |
A.2 STRUKTUR
KURIKULUM KELAS X dan XI
Struktur
Kurikulum Kelas X dan XI SMA
Negeri 2 Ngawi terdiri atas
(a) Kelompok
Matapelajaran Wajib yaitu kelompok A dan kelompok B; (b)Kelompok Matapelajaran
C yaitu pilihan Kelompok Peminatan terdiri atas Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
(c)Kelompok Mata Pelajaran Lintas Minat/Pendalaman Minat
a. Kelompok
Matapelajaran Wajib
Kelompok
Matapelajaran Wajib merupakan bagian dari pendidikan umum yaitu pendidikan bagi
semua warganegara bertujuan memberikan pengetahuan tentang bangsa, sikap
sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan kehidupan pribadi
peserta didik, masyarakat dan bangsa.
b. Kelompok
Matapelajaran Peminatan
Kelompok
matapelajaran peminatan bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada
peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok matapelajaran sesuai
dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) untuk mengembangkan
minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau ketrampilan tertentu
Kelas
X Peminatan Matematika dan IlmuPengetahuan Alam (MIPA)
|
Komponen |
Alokasi waktu |
|
|
Semester
1 |
Semester 2 |
|
|
Kelompok A ( Wajib) |
|
|
|
Mata Pelajaran 1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti |
3 |
3 |
|
2.
Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan |
2 |
2 |
|
3.
Bahasa Indonesia |
4 |
4 |
|
4.
Matematika |
4 |
4 |
|
5.
Sejarah Indonesia |
2 |
2 |
|
6.
Bahasa Inggris |
2 |
2 |
|
Kelompok B ( Wajib) |
|
|
|
7.
Sni Budaya |
2 |
2 |
|
8.
Pendidikan
Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan |
3 |
3 |
|
9.
Prakarya dan
Kewirausahaan |
2 |
2 |
|
10.
Bahasa Jawa |
2 |
2 |
|
Kelompok C ( Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam ) |
|
|
|
11.
Matematika |
3 |
3 |
|
12.
Biologi |
3 |
3 |
|
13.
Fisika |
3 |
3 |
|
14. Kimia |
3 |
3 |
|
Pilihan Lintas Minat/Pendalaman |
|
|
|
15.
Geografi |
3 |
3 |
|
16.
Ekonomi |
3 |
3 |
|
Jumlah |
44 |
44 |
Kelas
X Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
|
Komponen |
Alokasi waktu |
|
|
Semester
1 |
Semester 2 |
|
|
Kelompok A ( Wajib) |
|
|
|
Mata Pelajaran 1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti |
3 |
3 |
|
2.
Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan |
2 |
2 |
|
3.
Bahasa Indonesia |
4 |
4 |
|
4.
Matematika |
4 |
4 |
|
5.
Sejarah Indonesia |
2 |
2 |
|
6.
Bahasa Inggris |
2 |
2 |
|
Kelompok B ( Wajib) |
|
|
|
7.
Sni Budaya |
2 |
2 |
|
8.
Pendidikan
Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan |
3 |
3 |
|
9.
Prakarya dan
Kewirausahaan |
2 |
2 |
|
10.
Bahasa Jawa |
2 |
2 |
|
Kelompok C ( Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial ) |
|
|
|
11.
Geografi |
3 |
3 |
|
12.
Sejarah |
3 |
3 |
|
13.
Sosiologi dan
Antropologi |
3 |
3 |
|
14. Ekonomi |
3 |
3 |
|
Pilihan Lintas Minat/Pendalaman |
|
|
|
15.
Fisika |
3 |
3 |
|
16.
Kimia |
3 |
3 |
|
Jumlah |
44 |
44 |
Kelas
XI Peminatan Matematika dan IlmuPengetahuan Alam
|
Komponen |
Alokasi waktu |
|
|
Semester
1 |
Semester 2 |
|
|
Kelompok A ( Wajib) |
|
|
|
Mata Pelajaran 1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti |
3 |
3 |
|
2.
Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan |
2 |
2 |
|
3.
Bahasa Indonesia |
4 |
4 |
|
4.
Matematika |
4 |
4 |
|
5.
Sejarah Indonesia |
2 |
2 |
|
6.
Bahasa Inggris |
2 |
2 |
|
Kelompok B ( Wajib) |
|
|
|
7.
Sni Budaya |
2 |
2 |
|
8.
Pendidikan
Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan |
3 |
3 |
|
9.
Prakarya dan
Kewirausahaan |
2 |
2 |
|
Kelompok C ( Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam ) |
|
|
|
10.
Matematika |
4 |
4 |
|
11.
Biologi |
4 |
4 |
|
12.
Fisika |
4 |
4 |
|
13. Kimia |
4 |
4 |
|
Pilihan Lintas Minat/Pendalaman |
|
|
|
14.
Bahasa dan Sastra
Inggris/Ekonomi |
4 |
4 |
|
Jumlah |
44 |
44 |
Kelas
XI Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
|
Komponen |
Alokasi waktu |
|
|
Semester
1 |
Semester 2 |
|
|
Kelompok A ( Wajib) |
|
|
|
Mata Pelajaran 1.
Pendidikan Agama dan Budi Pekerti |
3 |
3 |
|
2.
Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan |
2 |
2 |
|
3.
Bahasa Indonesia |
4 |
4 |
|
4.
Matematika |
4 |
4 |
|
5.
Sejarah Indonesia |
2 |
2 |
|
6.
Bahasa Inggris |
2 |
2 |
|
Kelompok B ( Wajib) |
|
|
|
7.
Sni Budaya |
2 |
2 |
|
8.
Pendidikan
Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan |
3 |
3 |
|
9.
Prakarya dan
Kewirausahaan |
2 |
2 |
|
Kelompok C ( Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial ) |
|
|
|
10.
Geografi |
4 |
4 |
|
11.
Sejarah |
4 |
4 |
|
12.
Sosiologi dan
Antropologi |
4 |
4 |
|
13. Ekonomi |
4 |
4 |
|
Pilihan Lintas Minat/Pendalaman |
|
|
|
14.
Bahasa dan Sastra
Inggris |
4 |
4 |
|
Jumlah |
44 |
44 |
Catatan :
a.
Mata
pelajaran Kelompok A dan C merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan
acuannya dikembangkan oleh pusat.
b.
Mata
pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya
dikembangkan oleh pusat dan dapat dilengkapi dengan muatan/konten lokal.
c.
Mata
pelajaran Kelompok B dapat berupa mata pelajaran muatan lokal yang berdiri
sendiri.
d.
Muatan
lokal dapat memuat Bahasa Daerah
B.
KELOMPOK MATA PELAJARAN DAN STRUKTUR KURIKULUM DALAM KTSP
( UNTUK KELAS XII)
B.1
Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar
dan menengah yang tertuang dalam SI meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai
berikut.
(1)
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
(2)
Kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian
(3)
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi
(4)
Kelompok mata pelajaran
estetika
(5)
Kelompok mata pelajaran jasmani,
olahraga dan kesehatan
Kelompok mata
pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran
sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.
Cakupan setiap
kelompok mata pelajaran disajikan sebagai berikut:
|
No. |
Kelompok Mata Pelajaran |
Cakupan |
|
1. |
Agama
dan Akhlak Mulia |
Kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.Akhlak
mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari
pendidikan agama. |
|
2. |
Kewarganegaraan
dan kepribadian |
Kelompok mata pelajaran
kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan
wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya
sebagai manusia. Kesadaran dan
wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara,
penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian
lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggungjawab sosial, ketaatan
pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi,
kolusi dan nepotisme. |
|
3. |
Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi |
Kelompok mata pelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi pada SMA 2 Ngawi dimaksudkan untuk memperoleh
kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan perpikir
ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri. |
|
4. |
Estetika
|
Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan
sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan
dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta
harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual
sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan
kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. |
|
5. |
Jasmani,
Olahraga dan kesehatan |
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMAN 2 Ngawi
dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap
sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat
yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan
seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba,
HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk
mewabah. |
B.2 STRUTUR KURIKULUM KELAS XII (KTSP)
Kelas XII Program IPA
|
|
ALOKASI WAKTU |
|
|
Komponen |
Kelas XII |
|
|
|
Smt 1 |
Smt 2 |
|
A. Mata Pelajaran |
|
|
|
1. Pendidikan Agama |
2 |
2 |
|
2. Pendidikan Kewarganegaraan |
2 |
2 |
|
3. Bahasa Indonesia |
4 |
4 |
|
4. Bahasa Inggris |
4 |
4 |
|
5. Matematika |
5 |
5 |
|
6. Fisika |
5 |
5 |
|
7. Kimia |
5 |
5 |
|
8. Biologi |
5 |
5 |
|
9. Sejarah |
1 |
1 |
|
10. Seni Budaya |
2 |
2 |
|
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan |
2 |
2 |
|
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi |
2 |
2 |
|
13. Keterampilan/ Bahasa Asing: Bahasa Jepang |
2 |
2 |
|
B. Muatan Lokal |
2 |
2 |
|
C. Pengembangan Diri |
2*) |
2*) |
|
Jumlah |
44 |
44 |
Catatan
:
1.
Untuk kelas XII, 44 jam termasuk 1 Jam tatap muka di
kelas untuk pengembangan diri (BP/BK), sedang untuk kelas X dan XI pengembangan
diri dilaksanakan diluar jam tatap muka
2.
Untuk
kelas XII IPA , mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi dan Kimia diberi tambahan 1 jam
pelajaran
Kelas
XII Program IPS
|
Komponen |
|
|
|
Kelas XII |
||
|
Smt 1 |
Smt 2 |
|
|
A. Mata Pelajaran |
|
|
|
1. Pendidikan Agama |
2 |
2 |
|
2. Pendidikan Kewarganegaraan |
2 |
2 |
|
3. Bahasa Indonesia |
4 |
4 |
|
4. Bahasa Inggris |
4 |
4 |
|
5. Matematika |
4 |
4 |
|
6. Sejarah |
3 |
3 |
|
7. Geografi |
4 |
4 |
|
8. Ekonomi |
6 |
6 |
|
9. Sosiologi |
4 |
4 |
|
10. Seni Budaya |
2 |
2 |
|
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan |
2 |
2 |
|
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi |
2 |
2 |
|
13. Keterampilan/Bahasa Asing: Bahasa Jepang |
2 |
2 |
|
B. Muatan Lokal |
2 |
2 |
|
C. Pengembangan Diri |
2*) |
2*) |
|
Jumlah |
43 |
43 |
Catatan
:
1.
Untuk kelas XII, 44 jam termasuk 1 Jam tatap muka di
kelas untuk pengembangan diri (BP/BK) sedang untuk kelas X dan XI pengembangan
diri dilaksanakan diluar jam tatap muka
2.
Untuk
kelas XII IPS , mata pelajaran Geografi
dan Sosiologi diberi tambahan 1 jam pelajaran
sedang ekonomi ditambah 2 jam pelajaran
C.
Muatan
Lokal
Jenis muatan lokal yang dikembangkan di
SMA Negeri 2 Ngawi, yaitu :
Kewirausahaan
1.1
Tujuan
Penetapan Jenis Mata Pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Kewirausahaan
a. Ikut
berpartisipasinya lembaga pendidikan formal dalam mewujutkan Rencana Pembanguan
Jangka Panjang Daerah
b. Mensosialisasikan
produk unggulan daerah sejak dini kepada lapisan masyarakat terutama melalui
pembelajaran pada peserta didik di sekolah.
c. Meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan Sumber Daya Masyarakat (SDM) dalam mengembangkan
produk unggulan daerah.
1.2
Manfaat
Penetapan Jenis Mata Pelajaran Muatan Lokal Kewirausahaan
a. Mendorong
sekolah-sekolah kepada upaya penerapan mata pelajaran muatan lokal yang
disesuaikan dengan potensi-potensi unggulan daerah.
b. Tersebarnya
informasi mengenai produk unggulan daerah sejak dini di lapisan masyarakat
sehingga muncul dukungan masyarakat untuk mewujudkan rencana daerah mewujudkan
produk unggulan yang telah dicanangkan dalam RPJP Daerah Kabupaten Ngawi.
c. Diperolehnya
masyarakat yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik dalam
mengembangkan produk unggulan daerah Kabupaten Ngawi.
SK dan KD Kewirausahaan
|
No |
SK |
KD |
|
1 |
Mengaktualisasikan
sikap dan perilaku wirausaha |
1.1 Mengidentifikasi sikap dan perilaku wirausaha 1.2 Menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif 1.3 Mermuskan solusi masalah 1.4 Mengembangkan
semangat wirausaha 1.5 Membangun komitmen bagi dirinya dan orang lain 1.6 Mengambil resiko usaha 1.7 Membuat keputusan 1.8 Produk-produk ungulan daerah 1.9 Fotografi |
A.
STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN
|
Mata Pelajaran |
Standar Kompetensi Lulusan |
|
1.Pendidikan
Agama Islam |
1.
Memahami ayat-ayat Al-Quran
yangberkaitan denganfungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 2. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan
Qadar melalui pemahaman terhadap sifat dan Asmaul Husna 3. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan, taubat dan raja
dan meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabzir dan fitnah 4. Memahami sumber hokum Islam dan hokum taklifi serta
menjelaskan hukum muamalah dan hokum keluarga dalam Islam 5. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan
periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia |
|
1.
Pendidikan Agama Kristen |
1. Mewujudkan nilia-nilai kristiani dalam pergaulan antar
pribadi dan kehidupan social 2. Merespon berbagai bentuk kehidupan moderen,
perkembangan budaya dan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan mengacu pada
ajaran Kristen 3. Bertanggung jawab sebagai orang Kristen dalam kehidupan
gereja, masyarakat dan bangsa 4. Menyampaikan berita damai dan menjadi pembawa damai
sejahtera |
|
2.
Pendidikan Agama Katolik |
1.
Peserta didik dapat menguraikan
pemahaman tentang pribadinya sebagai
pria dan wanita serta sebagai Citra Allah yang memiliki akal budi untuk
berpikir kritis serta memiliki suara hati dan kehendak yang bebas untuk
bertindak secara bertanggung jawab. 2.
Peserta didik menguraikan
pemahaman tantang pribadi Yesus Kristus
yang diwartakan oleh Kitab Suci dan diajarkan oleh Gereja dan bagaimana upaya
nyata meneladani dalam hidup sehari-hari. 3. Peserta didik dapat menguraikan pemahaman makna
Gereja,fungsi dan sifat-sifatnya serta hubungannya dengan dunia dan bagaimana
menghayati dalam hidup bergereja. 4. Peserta didik menguraikan fungsi gereja yaitu
melanjutkan perutusan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah dan melibatkan
diri dalam perutusan itu untuk memperjuangkan martabat dan hak asasi manusia
dengan menegakkan nilai-nilai Kerajaan Allah, antara lain: keadilan,
kejujuran, dan keutuhan lingkungan hidup. |
|
3.
Pendidikan
Kewarganegaraan |
1.
Memahami
hakekat bangsa dan Negara Kesatuan Repubilik 2.
Menganalisis
sikap positif terhadap penegakan hukum, peradilan nasional, dan tindakan anti
korupsi 3.
Menganalisis
pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan,
penghormatan serta penegakan HAM baik di 4.
Menganalisis
peran dan hak warganegara dan sistem pemerintahan NKRI 5.
Menganalisis
budaya politik demokrasi, konstitusi , kedaulatan negara, keterbukaan dan
keadilan di 6. Mengevaluasi
hubungan internasional dan sistem hukum internasional 7. Mengevaluasi
sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan Pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945 8. Menganalisis
peran Indonesia dalam politik dan hubungan internasional, regional, dan kerja
sama global lainnya 9. Menganalisis
sistem hukum internasional, timbulnya konflik internasional, dan mahkamah
internasional |
|
5. Bahasa
Indonesia |
Program IPA dan
IPS 1. Mendengarkan Memahami wacana
lisan dalam kegiatan penyampaian berita, laporan, saran, berberita, pidato,
wawancara, diskusi, seminar, dan pembacaan karya sastra berbentuk puisi,
cerita rakyat, drama, cerpen, dan novel 2. Berbicara Menggunakan wacana
lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan
berkenalan, diskusi, bercerita, presentasi hasil penelitian, serta
mengomentari pembacaan puisi dan pementasan drama 3. Membaca Menggunakan
berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis teks nonsastra berbentuk
grafik, tabel, artikel, tajuk rencana, teks pidato, serta teks sastra
berbentuk puisi, hikayat, novel, biografi, puisi kontemporer, karya sastra
berbagai angkatan dan sastra Melayu klasik 4. Menulis Menggunakan
berbagai jenis wacana tulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi dalam bentuk teks narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, teks
pidato, proposal, surat dinas, surat dagang, rangkuman, ringkasan, notulen,
laporan, resensi, karya ilmiah, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi,
cerpen, drama, kritik, dan esei Program
Bahasa 1. Mendengarkan Memahami
wacana lisan dalam kegiatan pidato, ceramah/khotbah, wawancara, diskusi,
dialog, penyampaian berita, presentasi laporan 2. Berbicara Menggunakan
wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, informasi, dan pengalaman dalam
kegiatan presentasi hasil penelitian,
laporan pembacaan buku, dan presentasi program, bercerita, wawancara,
diskusi, seminar, debat, dan pidato tanpa teks 3. Membaca Menggunakan
berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis berbentuk esei, artikel,
dan biografi 4. Menulis Mengungkapkan
pikiran dan informasi dalam wacana tulis berbentuk teks deskripsi, narasi,
eksposisi, persuasi dan argumentasi, ringkasan/rangkuman, laporan, karya
ilmiah, makalah, serta 5. Kebahasaan Memahami
dan menggunakan berbagai komponen
kebahasaan, baik fonologi, morfologi, maupun sintaksis dalam wacana lisan dan
tulis |
|
6)
Bahasa Inggris |
PROGRAM IPA
DAN IPS 1.
Mendengarkan Memahami
makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal
maupun informal, dalam bentuk recount,
narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exsposition,
hortatory exsposition, spoof, explanation, discussion, dan review, dalam
konteks kehidupan sehari-hari 2.
Berbicara
Mengungkapkan
makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara
formal maupun informal, dalam bentuk recount,
narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition,
hortatory exsposition, spoof, explanation, discussion, dan review, dalam kontekskehidupan
sehari-hari 3.
Membaca
Memahami
makna dalam wacana tertulis interpersonal dan transaksional, secara formal
maupun informal, dalam bentuk recoun,
narrative, procedure, descriptive, news item, repor,analytical exsposition,
hortatory exposition, spoof, exsplanation, discussion, dan review, dalam konteks kehidupan
sehari-hari. 4.
Menulis
Mengungkapkan
makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara
formal maupun informal, dalam bentuk recoun,
narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exsposition,
hortatory exsposition, spoof, exsplanation, discussion, dan review, dalam kehidupan sehari-hari. Program Bahasa 1. Mendengarkan Memahami
makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara formal
maupun informal, dalam bentuk recount,
narrative, procedure, descriptive,
news item, report, analytical
exposition, hortatory exposition,
spoof, explanation, discussion,
review, public speaking dalam konteks akademik, dan karya sastra populer
dan otentik sederhana, dalam kehidupan nyata sehari-hari 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam
wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam
bentuk recount, narrative, procedure, descriptive,
news item, report, analytical
exposition, hortatory exposition,
spoof, explanation, discussion,
review, public speaking dalam konteks akademik, dan karya sastra populer
dan otentik sederhana, dalam kehidupan nyata sehari-hari 3. Membaca Memahami
makna dalam wacana tertulis interpersonal dan transaksional, secara formal
maupun informal, dalam bentuk recount,
narrative, procedure, descriptive,
news item, report, analytical
exposition, hortatory exposition,
spoof, explanation, discussion,
review, public speaking dalam konteks akademik, dan karya sastra populer
dan otentik sederhana, dalam kehidupan nyata sehari-hari 4. Menulis Mengungkapkan
makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara
formal maupun informal, dalam bentuk recount,
narrative, procedure, descriptive,
news item, report, analytical
exposition, hortatory exposition,
spoof, explanation, discussion,
review, public speaking dalam konteks akademik, dan karya sastra populer
dan otentik sederhana, dalam kehidupan nyata sehari-hari |
|
7)
Matematika |
Program IPA 1. Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkaranya,
menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor,
serta menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan masalah 2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aturan
pangkat, akar dan logaritma, fungsi aljabar sederhana, fungsi kuadrat, fungsi
eksponen dan grafiknya, fungsi komposisi dan fungsi invers, persamaan dan
pertidaksamaan kuadrat, persamaan lingkaran dan persamaan garis singgungnya,
suku banyak, algoritma pembagian dan teorema sisa, program linear, matriks
dan determinan, vector, transformasi geometrid an komposisinya, barisan dan
deret, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah 3. Menentukan kedudukan, jarak dan besar sudut yang
melibatkan titik, garis dan bidang di ruang dimensi tiga serta menggunakanya
dalam pemecahan masalah 4. Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan dan
identitas trigonometri, rumus sinus dan kosinus jumlah dan selisih dua
susdut, rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus, serta menggunakannya
dalam pemecahan masalah 5. Memahami limit fungsi aljabar dan fungsi trigonometri
di suatu titik dan sifat-sifatnya, turunan fungsi, nilai ekstrem, integral
tak tentu dan integral tentu fungsi aljabar dan trigonometri, serta
menerapkanya dalam pemecahan masalah 6. Memahami dan mengaplikasikan penyajian data dalam
bentuk table, diagram, grafik, dan ogive, ukuran pemusatan, letak dan ukuran
penyebaran, permutasi dan kombinasi, ruang sampel dan peluang kejadian dan
menerapkannya dalam pemecahan masalah 7. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya
dalam kehidupan 8. Memiliki kemampuan berfikir logis, analitis,
sistematis, kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama Program
IPS 1.
Memahami pernyataan dalam
matematika dan ingkarannya, menentukan nilai kebenaran pernyataanmajemuk dan
berkuantor,serta menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan
masalah yang berjaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuontar 2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aturan
pangakat, akar dan logaritma,fungsi aljabar sederhana, fungsi kuadrat dan
grafiknya, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, komposisi dan invers fungsi,
program linear, matriks dan determinan, vector, transformasi geometrid an
komposisinya, barisan dan deret, serta menggunakanya dalam pemecahan masalah 3. Menentukan kedudukan, jarak dan besar sudut yang
melibatkan titik, garis dan bidang di ruang dimensi tiga serta menggunakanya
dalam pemecahan masalah 4. Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan dan
identitas trigonometri serta menggunakanya dalam pemecahan masalah 5. Memahami limit fungsi aljabar dan fungsi trigonometri
di suatu titik dan sifat-sifatnya, turunan fungsi, nilai ekstrem, integral
tak tentu dan integral tentu fungsi aljabar dan trigonometri, serta
menerapkanya dalam pemecahan masalah 6. Mengaplikasikan penyajian data dalam bentuk table,
diagaram, gambar, grafik, dan ogive, ukuran pemusatan, letak dan ukuran
penyebaran, permutasi dan kombinasi, ruang sampel dan peluang kejadian, dalam
pemecahan masalah 7. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya
dalam kehidupan 8. Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis,
sistematis, kritis dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama. Program
Bahasa 1.
Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkarannya, menentukan nilai kebenaran pernyataan
majemuk dan pernyataan berkuantor, serta
menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan masalah 2.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aturan pangkat, akar dan
logaritma, fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat, persamaan dan
pertidaksamaan kuadrat, program linear, matriks dan determinan, vektor,
transformasi geometri dan komposisinya, barisan dan deret, serta
menggunakannya dalam pemecahan masalah 3.
Menentukan kedudukan, jarak dan besar sudut yang melibatkan titik, garis
dan bidang di ruang dimensi tiga serta
menggunakannya dalam pemecahan masalah 4.
Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas
trigonometri serta menggunakan dalam pemecahan masalah 5.
Memahami dan mengaplikasikan
penyajian data dalam bentuk tabel, diagram, gambar, grafik, dan ogive, ukuran
pemusatan, letak dan ukuran penyebaran, permutasi dan kombinasi, ruang sampel
dan peluang kejadian dan menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan
sehari-hari dan ilmu pengetahuan dan teknologi 6.
Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan 7.
Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan
kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama |
|
8)
Fisika |
1. Melakukan percobaan, antara lain merumuskan masalah,
mengajukan dan menguji hipotesis, menentukan variabel, merancang dan merakit
instrument, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, menarik kesimpulan,
serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis 2. Memahami
prinsip-prinsip pengukuran dan melakukan pengukuran besaran fisika secara
langsung dan tidak langsung secara cermat, teliti dan obyektif 3. Menganalisis gejala alam dan keteraturanya dalam
cakupan mekaniak benda titik, kekekalan energy, impuls, dan momentum 4. Mendeskripsikan prinsip dan konsep konservasi kalor
sifat gas ideal, fluida dan perubahanya yang menyangkut hukum termodinamika
serta penerapanya dalam mesin kalor 5. Menerapkan konsep dan prinsip optic dan gelombang dalam
berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi 6. Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan
kemagnetan dalam berbagai masalah dan produk teknologi |
|
9)
Biologi |
1. Merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis,
menentukan variabel, merancang dan merakit instrument, menggunakan berbagai
peralatan untuk melakukan pengamatan dan pengukuran yang tepat dan teliti,
mengumpulkan, mengolah, menafsirkan dan menyajikan data secara sistematis,
dan menarik kesimpulan sesuai dengan bukti yang diperoleh, serta
berkomunikasi ilmiah hasil percobaan secara lisan dan tertulis 2. Memahami keanekaragaman hayati dan klasifikasinya,
peranan keanekaragaman hayati bagi kehidupan dan upaya pelestariannya 3. Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem,
perubahan materi dan energy, serta peranan manusia dalam keseimbangan
ekosistem 4. Memahami konsep sel dan jaringan, keterkaitan antara
struktur dan fungsi organ, kelainan dan penyakit yang mungkin terjadi pada
system organ, serta implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi dan
masyarakat 5. Memahami factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan, proses metabolism dan hereditas, evolusi dan implikasinya
dengan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat 6. Memahami prinsip-prinsip dasar bioteknologi serta
implikasinya pada sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat |
|
10)
Kimia |
1.
Melakukan percobaan, antara lain merumuskan masalah, mengajukan dan
manguji hipotesis, menentukan variabel, merancang dan merakit instrument,
mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, menarik kesimpulan, serta
mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis 2.
Memahami hukum dasar dan penerapanya, cara perhitungan dan pengukuran,
fenomena reaksi kimia yang terkait dengan kinetika, kesetimbangan, kekekalan
masa dan kekekalan energy 3.
Memahami sifat berbagai larutan asam-basa, larutan koloid, larutan
elektrolit-non elektrolit, termasuk cara pengukuran dan kegunaannya 4.
Memahami konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia serta
penerapanya dalam fenomena pembentukan energy listrik, korosi logam, dan
pemisahan bahan (elektrolisasi) 5.
Memahami struktur molekul dan reaksi senyawa organic yang meliputi
benzena dan turunanya, lemak, karbohidrat, protein, dan polimer serta
kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari |
|
11)
Sejarah |
Kelas X 1.
Memahami ruang lingkup ilmu
sejarah 2. Menggunakan prinsip-prinsip dasar penelitian sejarah 3. Menganalisis masa pra-aksara dan masyarakat aksara pada
masyarakat Indonesia 4.
Menganalisis kehidupan awal
masyarakat di Program IPA 1. Menganalisis perkembangan masa negara-negara tradisional
yang meliputi masa Hindu-Buddha, Islam di Indonesia. 2. Membandingkan perkembangan masyarakat Indonesia masa
penjajahan Hindia-Belanda dan pemerintahan pendudukan Jepang 3.
Menganalisis proses kelahiran dan
pertumbuhan nasionalisme di 4. Merekonstruksi perkembangan masyarakat Indonesia sejak
proklamasi kemerdekaan sampai dengan peroide demokrasi terpimpin 5. Merekonstruksi pergantian pemerintahan masa awal
kemerdekaan (1945-1955), Demokrasi terpimpin Program IPS 1.
Menganalisis kehidupan awal,
peradaban manusia Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia, serta asal usul
dan persebaran manusia di Indonesia 2.
Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia pada masa Negara tradisional,
meliputi perkembangan budaya, agama, dan sistem pemerintahan masa
Hindu-Buddha, masa Islam, proses
interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Buddha, dan Islam di Indonesia 3.
Menganalisis kesejarahan masa
kolonial Hindia Belanda (pengaruh Barat) meliputi perubahan ekonomi,
demografi, sosial, serta politik dan masa kolonial Jepang yang meliputi
perubahan sosial-ekonomi, politik 4.
Menganalisis pengaruh berbagai revolusi politik dan sosial di dunia
(Revolusi Perancis, revolusi Amarika, revolusi Rusia) terhadap perubahan
sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia 5. Menganalisis
peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945, terbentuk Negara Kesatuan
Republik 6. Menganalisis
perkembangan masyarakat 7. Menganalisis
perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dan persatuan NKRI darii ancaman
disintegrasi bangsa, antara lain Peristiwa Madiun 1948, Pemnerontakan DI/TII,
Peristiwa PERMESTA, Peristiwa Andi Azis, RMS, PRRI, dan Gerakan G-30-S/PKI 8. Menganalisis
perkembangan masyarakat Indonesia sejak Proklamasi sampai dengan masa Orde
Baru, dan masa Reformasi, meliputi
Masa Pemerintahan Demokrasi Terpimpin (Orde baru, 1945-1967), masa
Demokrasi Pancasila (Orde Baru, 1967-1998), dan masa peralihan ke masa
Reformasi(1998 sekarang) Program Bahasa 1.
Menganalisis kehidupan masyarakat Indonesia periode kerajaan-kerajaan
tradisional, yang meliputi masa kerajaan Hindu-Buddha dan Islam 2.
Menganalisis perkembangan bahasa dan karya sastra masa kebudayaan
Hindu-Buddha dan Islam 3.
Menganalisis perkembangan masyarakat dan bahasa, karya sastra masa
pemerintahan kolonial Hindia Belanda 4. Menganalisis
proses kelahiran dan perkembangan nasionalisme 5. Merekonstruksi
perkembangan masyarakat Indonesia periode Proklamasi (1945-1955), Orde Lama
(1955-1967), Orde Baru (1967-1998), dan Reformasi (1998 -) mreliputi
perkembangan politik, ekonomi, sosial, bidang budaya, bahasa, dan karya
sastra |
|
12)
Geografi |
1. Memahami hakikat, objek, ruang lingkup, struktur, dan
pendekatan Geografi 2. Mempraktekkan keterampilan dasar peta dan
memanfatkannya dalam mengkaji geosfer 3. Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai wahana
memvisualkan geosfer 4. Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan
unsure-unsur geosfer serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi 5. Memahami pola dan aturan tata surya dan jagad raya
dalam kaitannya dengan kehidupan di muka bumi 6. Memahami sumber daya alam dan pemanfaatannya secara
arif 7. Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan
hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan 8. Menganalisis konsep wilayah dan pewilayahan dalam
kaitanya dengan perencanaan pembangaunan wilayah, pedesaan dan perkotaan,
serta negara maju dan berkembang |
|
13)
Ekonomi |
1. Menganalisis permasalahan ekonomi dalam kaitannya
dengan kebutuhan manusia dan sistem ekonomi 2. Mendeskripsikan kegiatan ekonomi produsen, konsumen,
permintaan, penawaran, dan harga keseimbangan melalui mekanisme pasar 3. Mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam bidang
ekonomi dalam kaitannya dengan pendapatan nasional, konsumsi, tabungan dan
investasi, uang dan perbankan 4. Memahami pembangunan ekonomi suatu negara dalam
kaitannya dengan ketenagakerjaan, APBN, pasar modaldan ekonomi terbuka 5. Menyusun siklus akuntansi perusahaan jasa dan
perusahaan dagang 6. Memahami fungsi-fungsi manajemen badan usaha, koperasi,
dan kewirausahaan |
|
14)
Sosiologi |
1. Memahami sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan
masyarakat dan lingkungan 2. Memahami proses interaksi sosial di dalam masyarakat
dan norma yang mengatur hubungan tersebut serta kaitannya dengan dinamika
kehidupan sosial 3.
Mengidentifikasi kegiatan
bersosialisai sebagai proses pembentukan kepribadian 4. Mengidentifikasi berbagai perilaku menyimpang dan anti
sosial dalam masyarakat 5. Menganalisis hubungan antara struktur dan mobilitas
sosial dalam kaitannya dengan konflik sosial 6. Mendeskripsikan berbagai bentuk kelompok sosial dan
perkembangannya dalam masyarakat yang multikultural 7. Menjelaskan proses perubahan sosial pada masyarakat dan
dampaknya terhadap kehidupan masyarakat 8. Menjelaskan hakikat dan tipe-tipe lembaga sosial dan
fungsinya dalam masyarakat 9. Melakukan penelitian sosial secara sederhana dan mengkomunikasikan
hasilnya dalam tulisan dan lisan |
|
15)
Seni Budaya |
Seni Musik 1. Mengapresiasi dan mengapresiasikan karya seni musik
tradisional dan nontradisional dengan beragam teknik, media, dan materi musik
daerah setempat 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik
tradisional dan nontradisional dengan beragam proses, teknik, prosedur,
media, dan musik Nusantara 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik
tradisional dan nontradisional dengan bergam proses, teknik, prosedur, media,
dan materi musik mancanegara (Non Asia) Seni Rupa (Program IPA) 1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa
terapan dengan memenfaatkan teknik corak daerah setempat dan Nusantara 2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni terapan
dengan memanfaatkan teknik mistar dan proyeksi dengan mempertimbangkan fungsi
dan corak seni rupa terapan Nusantara dan mancanegara 3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni
dan terapan (modern/ kontemporer) yang dikembangkan dari beragam unsur, corak
dan teknik seni rupa Nusantara Seni Rupa (Program IPS dan Bahasa) 1.
Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan dengan
memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat dan Nusantara 2.
Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni kriya dengan memanfaatkan
teknik dan corak Nusantara dan mancanegara 3.
Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni dan terapan
(modern/kontemporer) yang dikembangkan
dari beragam unsur, corak dan teknik seni rupa Nusantara |
|
16)
Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan |
1. Mempraktekkan keterampilan permainan dan olahraga
dengan menggunakan peraturan 1. Mempraktekkan rangkaian senam lantai dan irama serta
nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 2. Mempraktekkan pengembangan mekanik sikap tubuh,
kebugaran jasmani serta aktivitas lainnya 3. Mempraktekkan gerak ritmik yang meliputi senam pagi,
senam aerobik, dan aktivitas lainnyha 4. Mempraktekkan kegiatan dalam air seperti renang,
permainan di air dan keselamatan di air 5. Mempraktekkan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti
melakukan perkemahan, penjelajahan alam sekitar, mendaki gunung, dan
lain-lain 6. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari
seperti perawatan tubuh serta lingkungan yang sehat, mengenal berbagai
penyakit dan cara mencegahnya serta menghindari narkoba dan HIV |
|
17)
Teknologi Informasi dan Komunikasi |
1. Memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan
teknologi informasi dan komunikasi yang ditopang oleh sikap cermat dan
menghargai Hak Atas Kekayaan Intelektual 2. Menggunakan perangkat pengolah kata, pengolah angka,
pembuat grafis dan pembuat presentasi dengan variasi tabel, grafik, gambar,
dan diagram untuk menghasilkan informasi 3. Memahami prinsip dasar internet/intranet dan
menggunakannya untuk memperoleh informasi, berkomunikasi dan bertukar
informasi |
|
18)
Bahasa Asing |
Bahasa Jepang Program Pilihan 1. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan berbentuk
paparan dan dialog sederhana tentang identitas diri, kehidupan sekolah,
kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari, hobi, dan wisata 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana
berbentuk paparan dan dialog sederhana tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari, hobi, dan wisata 3. Membaca Memahami makna dalam wacana tertulis dengan huruf
hiragana, katakana, dan kanji sederhana, berbentuk paparan dan dialog
sederhana tentang identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan keluarga,
kehidupan sehari-hari, hobi, dan wisata 4. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dengan huruf
hiragana, katakana, dan kanji sederhana, dalam wacana berbentuk paparan dan
dialog sederhana tentang identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan
keluarga, kehidupan sehari-hari, hobi, dan wisata Bahasa Jepang Program Bahasa 1. Mendengarkan Memahami makna dalam wacana lisan berbentuk
paparan dan dialog sederhana tentang identitas diri, kehidupan sekolah,
kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari, hobi, wisata, kesehatan, dan
cita-cita 2. Berbicara Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana
berbentuk paparan dan dialog sederhana tentang identitas diri, kehidupan
sekolah, kehidupan keluarga, kehidupan sehari-hari, hobi, wisata, kesehatan,
dan cita-cita 3. Membaca Memahami makna dalam wacana tertulis dengan huruf
hiragana, katakana, dan kanji sederhana, berbentuk paparan dan dialog
sederhana tentang identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan keluarga,
kehidupan sehari-hari, hobi, wisata, kesehatan, dan cita-cita 4. Menulis Mengungkapkan makna secara tertulis dengan huruf
hiragana, katakana, dan kanji sederhana, dalam wacana berbentuk paparan dan
dialog sederhana tentang identitas diri, kehidupan sekolah, kehidupan
keluarga, kehidupan sehari-hari, hobi, wisata, kesehatan, dan cita-cita |
|
19)
Mulok |
Kewirausahaan 1. Menjelaskan
dasar-dasar kewirausahaan 2. Memahami
sikap dan perilaku wirausahawan 3.
Menerapkan sikap dan perilaku kerja prestatif 4.
Menjelaskan karakteristik
produk unggulan daerah 5.
Berani mengambil resiko
usaha dan mengambil keputusan |
B.
Kegiatan
Pengembangan Diri
Pengembangan
diri adalah kegiatan yang bertujuan
memeberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta
didik sesuai dengan kondisi SMA Negeri 2 Ngawi.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui:
1.
Kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan
social, belajar, dan pembentukan karier peserta didik. Pengembangan diri bagi
peserta didik SMA Negeri 2 Ngawi terutama ditujukan untuk pengembangan
kreativitas dan bimbingan karier.
2.
Kegiatan Pengembangan Pribadi dan Kreatifitas siswa dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler, yang
mencakup kegiatan:
a.
Ekstrakurikuler
wajib
Kepemimpinan, yaitu Pramuka.
b.
Ekstrakurikuler
pilihan
·
Keagamaan
(Takmir
Masjid Ash-Sholihin) dan Mentoring
·
Keolahragaan
(Footsal,
basket, Tenis Lapangan, Tenis Meja, Juijitsu, bola voli, catur, taekwondo,
pencak silat)
·
Kepemimpinan (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa/LDKS, paskibra (Tonti), Palang Merah
Remaja)
·
Seni (Teater,
Paduan Suara, SMC(SMADA Musik Club))
·
Pecinta
Alam, Kelompok Ilmiah Remaja, kelompok Majalah tifa, dan UKS.
·
Pengembangan Ilmu Pengetahuan : Klub Matematika, Klub Fisika, Klub Biologi, Klub Kimia,
Klub TI, Klub Astronomi, Klub Ekonomi,SEC.
Setiap peserta didik khususnya kelas X dan XI diberikan
kesempatan untuk memilih salah satu jenis ekstrakurikuler yang ada di SMA
Negeri Ngawi. Segala aktifitas peserta didik berkenaan dengan kegiatan
ekstrakurikuler dibawah pembinaan dan pengawasan guru Pembina yang telah
ditugasi oleh Kepala Sekolah.
C.
Beban
Belajar
Beban yang diatur di SMA Negeri 2 Ngawi dengan
menggunakan Sistem Paket. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program
pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program
pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai
dengan struktur kurikulum yang berlaku pada SMA Negeri 2 Ngawi. Beban belajar
setiap mata pelajaran pada Sistem Paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang
dibutuhkan oleh peserta didik meliputi:
1.
Sistem
Tatap Muka
Kegiatan
ini adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta
didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam pembelajaran
di SMA Negeri 2 Ngawi berlangsung selama 45 menit.
Jumlah Jam Tatap muka yang tercantum dalam struktur
kurikulum
sekolah adalah
sebagai berikut:
|
No |
Kelas |
Jumlah Jam Pelajaran Per Minggu |
|
1 |
X |
44 |
|
2 |
XI |
44 |
|
3 |
XII |
44 |
2.
Penugasan
Terstruktur dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
Kegiatan ini dapat dilaksanakan sebanyak maksimum 60%
dari jumlah alokasi waktu per mata pelajaran dan disesuaikan dengan kebutuhan
masing-masing mata pelajaran.
Semua kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mencapai
standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta
didik.
3. Prinsip
pembelajaran dalam kurikulum 2013
Sesuai dengan Standar Kompetensi
Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan:
1. dari pesertadidik diberi tahu
menuju pesertadidik mencari tahu;
2. dari guru sebagai satu-satunya
sumber belajarmenjadi belajar berbasis aneka sumberbelajar;
3. dari pendekatan tekstual
menuju proses sebagai penguatan
penggunaan pendekatan ilmiah;
4. dari pembelajaran berbasis
konten menuju pembelajaran berbasis
kompetensi;
5. dari pembelajaran parsial
menuju pembelajaran terpadu;
6. daripembelajaran yang
menekankan jawaban tunggal menuju
pembelajaran dengan jawaban yang
kebenarannya multi dimensi;
7. daripembelajaran verbalisme
menuju keterampilan aplikatif;
8.
peningkatandankeseimbanganantaraketerampilan fisikal (hardskills) danketerampilan
mental (softskills);
9. pembelajaran yang mengutamakan
pembudayaan
danpemberdayaanpesertadidiksebagai
pembelajar sepanjanghayat;
10. pembelajaran yang menerapkan
nilai-nilai dengan memberi
keteladanan(ing ngarso sung
tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan
mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri
handayani);
11. pembelajaranyang berlangsung
di rumah, di sekolah, dan di
masyarakat;
12. pembelajaran yang menerapkan
prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja
adalah kelas.
13. Pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pembelajaran; dan
14. Pengakuan atas perbedaan
individualdan latar belakang
budayapesertadidik.
Sesuai dengan Standar Kompetensi
Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan,
dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan.
Ketiga ranah kompetensi tersebut
memiliki lintasan perolehan (proses psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh
melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan
mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami,
menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta. Keterampilan diperoleh melaluiaktivitas
mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.Karaktersitik
kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi
karakteristik standar proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific),
tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran),
dan tematik (dalam suatu mata
pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry
learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya
kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan
pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah(project
based learning).
Proses pembelajaran sepenuhnya
diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut secara utuh/holistik, artinya
pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya.Dengan
demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang
mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan
D.
Ketuntasan
Belajar
SMA Negeri 2 Ngawi menentukan kriteria ketuntasan minimal
dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas
kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan
pembelajaran.
Ketuntasan belajar untuk kelas X dan XI adalah nilai
minimal 2,67 untuk kompetensi pengetahuan(predikat B-) dan ketrampilan(predikat
B-) serta nilai minimal B untuk kompetensi sikap .
Sedang untuk kelas XII seperti pada tabel berikut :
Program
Ilmu Alam
|
Komponen |
Kriteria Ketuntasan Minimal |
|
|
Kelas XII |
||
|
PPK dan Praktik |
Sikap |
|
|
A. Mata Pelajaran |
|
|
|
1. Pendidikan Agama |
82 |
B |
|
2. Pendidikan Kewarganegaraan |
82 |
B |
|
3. Bahasa Indonesia |
80 |
B |
|
4. Bahasa Inggris |
80 |
B |
|
5. Matematika |
77 |
B |
|
6. Fisika |
77 |
B |
|
7. Kimia |
77 |
B |
|
8. Biologi |
78 |
B |
|
9. Sejarah |
79 |
B |
|
10. Seni Budaya |
82 |
B |
|
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan |
82 |
B |
|
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi |
82 |
B |
|
13. Bahasa Asing: Bahasa Jepang |
75 |
B |
|
B. Muatan Lokal |
79 |
B |
|
C. Pengembangan Diri |
|
B |
Program
Ilmu Sosial
|
Komponen |
Kriteria Ketuntasan Minimal |
|
|
Kelas XII |
||
|
PPK dan Praktik |
Sikap |
|
|
A. Mata Pelajaran |
|
|
|
1. Pendidikan Agama |
82 |
B |
|
2. Pendidikan Kewarganegaraan |
82 |
B |
|
3. Bahasa Indonesia |
80 |
B |
|
4. Bahasa Inggris |
80 |
B |
|
5. Matematika |
77 |
B |
|
6. Sejarah |
77 |
B |
|
7. Geografi |
77 |
B |
|
8. Ekonomi |
78 |
B |
|
9. Sosiologi |
79 |
B |
|
10. Seni Budaya |
82 |
B |
|
11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan |
82 |
B |
|
12. Teknologi Informasi dan Komunikasi |
82 |
B |
|
13. Keterampilan/Bahasa Asing: Bahasa Jepang |
75 |
B |
|
B. Muatan Lokal |
79 |
B |
|
C. Pengembangan Diri |
|
B |
Dari data yang ada SMA Negeri 2 Ngawi meningkatkan
kriteria ketuntasan belajar secara bertahap dan terus menerus untuk mencapai
kriteria ketuntasan ideal yaitu 100.
E. Kenaikan
Kelas, Penjurusan, Kelulusan dan Mutasi
1) Kenaikan kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir Tahun
ajaran. Kriteria kenaikan kelas diatur sebagai berikut:
a.
Menyelesaikan
seluruh pembelajaran dalam 2 semester pada tahun pelajaran yang diikuti
b.
Ketuntasan
minimal untuk kompetensi pengetahuan dan ketrampilan adalah 2,67 (B-), sedang
kompetensi sikap adalah Baik ( B )
c.
Tidak terdapat 3 mata pelajaran atau lebih, pada
kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap yang belum tuntas/belum
baik
d.
Ketidakhadiran
peserta didik tanpa keterangan maksimal 10 % dari jumlah hari efektif
Penilaian hasil belajar peserta didik dimaksud pada
kriteria diatas dilakukan dengan :
1)
Ulangan harian
Ulangan harian
adalah kegiatan yang dilakukan secara_ periodik untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD)
atau lebih.
2)
Ulangan tengah semester
Ulangan tengah
semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik setelah
melaksanakan 8 - 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
3)
Ulangan akhir semester
Ulangan akhir
semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi
seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
4)
Ulangan kenaikan kelas
Ulangan kenaikan kelas
adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk
mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan
pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator
yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.
Mekanisme dan prosedur pelaporan hasil peserta didik
a.
Penilaian hasil belajar siswa yang dilaksanakan melalui
ulangan harian, hasilnya harus sudah
disampaikan ke siswa paling lambat 2 minggu setelah ulangan tersebut
dilaksanakan, diberi komentar yang mendidik (berisi motivasi) serta dimintakan
tanda tangan orang tua
b.
Penilaian hasil
belajar siswa yang dilaksanakan melalui ulangan tengah semester dilaporkan dalam bentuk raport sisipan yang
diberikan kepada peserta didik paling lambat 2 minggu setelah pelaksanaan
ulangan tengah semester baik semester ganjil maupun genap.
Kemudian seluruh
penilaian hasil belajar dilaporkan dalam bentuk nilai akhir kepada peserta
didik dalam bentuk buku raport disetiap semester.
Program remedial dan pengayaan
Untuk setiap mata
pelajaran, bagi siswa yang penilaian hasil belajarnya belum mencapai KKM,
kepadanya berhak mendapatkan program remedial paling banyak 2 kali, dan bagi siswa yang sudah diatas KKM
jika situasi dan kondisi memungkinkan bisa diadakan program pengayaan
2.) Peminatan
a.
Pemilihan peminatan dilakukan
peserta didik saat mendaftar pada SMA/MA berdasarkan nilai rapor Sekolah
Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau yang sederajat, nilai ujian
nasional SMP/MTs atau yang sederajat, rekomendasi guru bimbingan dan
konseling/konselor di SMP/MTs atau yang sederajat, dan hasil tes penempatan
(placement test) ketika mendaftar di SMA/MA, atau tes bakat dan minat oleh
psikolog, namun disesuaikan dengan fasilitas sarana
prasarana dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki sekolah.
Pada tahun pelajaran 2014/2015, di SMA Negeri 2 Ngawi ada dua program
peminatan untuk kelas X, yaitu Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
serta Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Peserta
didik yang sudah masuk/memilih jenis
peminatan tertentu, selanjutnya dapat memilih minimal 3
mata pelajaran dari 4 mata pelajaran yang terdapat pada satu peminatan, 1 mata
pelajaran yang tidak diambil beban belajarnya dialihkan ke mata pelajaran
lintas minat. Selain mengikuti mata pelajaran di peminatan yang dipilihnya,
setiap peserta didik harus mengikuti mata pelajaran tertentu untuk lintas minat
dan/atau pendalaman minat. Bila peserta didik mengambil 3 mata pelajaran dari
peminatan yang dipilihnya, maka peserta didik tersebut dapat mengambil mata
pelajaran lintas minat sebanyak 9 jam pelajaran (3 mata pelajaran) di Kelas X
atau sebanyak 8 jam pelajaran (2 mata pelajaran) di Kelas XI dan XII. Sedangkan
bila peserta didik mengambil 4 mata pelajaran dari peminatan yang dipilihnya,
maka peserta didik tersebut dapat mengambil mata pelajaran lintas minat sebanyak
6 jam pelajaran (2 mata pelajaran) di Kelas X atau sebanyak 4 jam pelajaran (1
mata pelajaran) di Kelas XI dan XII.
Peserta
didik yang mengambil Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial, lintas minatnya harus diluar peminatan yang
dipilihnya. Sedangkan peserta didik yang mengambil Peminatan Bahasa dan Budaya,
dapat mengambil mata pelajaran lintas minat: (1) di luar; (2) di dalam; atau
(3) sebagian di dalam dan sebagian di luar, peminatan yang dipilihnya. Mata
pelajaran lintas minat yang dipilih sebaiknya tetap dari Kelas X sampai dengan
XII.
Sebagai
contoh, peserta didik Kelas X yang memilih Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat
mengambil 3 mata pelajaran yaitu Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra
Inggris, dan Antropologi. Lintas minatnya dapat mengambil mata pelajaran: (1)
Biologi, Fisika, dan Kimia; (2) Geografi, Sejarah, dan Ekonomi; (3) Matematika,
Sosiologi, dan Bahasa Jerman; atau (4) Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, dan Bahasa
Jepang. Alternatif (1), (2), dan (3) merupakan contoh lintas minat di luar
peminatan yang dipilihnya, sedangkan alternatif (4) merupakan contoh lintas minat di dalam
peminatan yang dipilihnya. Peserta didik dapat menentukan pilihannya masing-masing,
sesuai dengan sumber daya (ketersediaan guru dan fasilitas belajar) yang
dimiliki SMA/MA.
SMA/MA
yang tidak memiliki Peminatan Bahasa dan Budaya, dapat menyediakan pilihan mata
pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Antropologi
atau salah satu mata pelajaran dalam kelompok Bahasa Asing Lain sebagai pilihan
mata pelajaran lintas minat yang dapat diambil peserta didik dari Peminatan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan
Sosial, sesuai dengan sumber daya (ketersediaan guru dan fasilitas belajar)
yang dimilikinya.
Bagi
peserta didik yang menggunakan pilihan untuk menguasai satu mata pelajaran
tertentu misalnya bahasa asing tertentu, dianjurkan untuk memilih mata
pelajaran yang sama sejak Kelas X sampai
Kelas XII.
b.
Minat peserta didik
Untuk
mengetahui minat peserta didik dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan
wawancara yang dilakukan oleh guru BK dan wali kelas, atau cara lain yang dapat
digunakan untuk mendeteksi minat, dan bakat.
c. Suatu kelas peminatan dibuka jika jumlah
peserta didik mencapai minimal 20 siswa, namun jika jumlah peserta didik kurang
dari 20 siswa, maka kelas
peminatan tersebut ditiadakan dan kepada mereka disarankan
untuk masuk ke kelas peminatan
yang ada (dibuka).
d. Batas waktu untuk pindah ke kelas peminatan yang lain paling lambat 1 (satu) bulan dengan memperhatikan poin a
dan b diatas.
Daftar Mata Pelajaran Peminatan dan jumlah jam belajarnya
|
MATA PELAJARAN |
KELAS |
|||
|
X |
XI |
XII |
||
|
I. Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam |
||||
|
1 |
Matematika |
3 |
4 |
4 |
|
2 |
Biologi |
3 |
4 |
4 |
|
3 |
Fisika |
3 |
4 |
4 |
|
4 |
Kimia |
3 |
4 |
4 |
|
II. Peminatan Ilmu
Pengetahuan Sosial |
||||
|
1 |
Geografi |
3 |
4 |
4 |
|
2 |
Sejarah |
3 |
4 |
4 |
|
3 |
Sosiologi |
3 |
4 |
4 |
|
4 |
Ekonomi |
3 |
4 |
4 |
|
III. Peminatan Bahasa dan
Budaya |
||||
|
1 |
Bahasa dan Sastra Indonesia |
3 |
4 |
4 |
|
2 |
Bahasa dan Sastra Inggris |
3 |
4 |
4 |
|
3 |
Bahasa dan Sastra Asing Lain
(Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, Perancis) |
3 |
4 |
4 |
|
4 |
Antropologi |
3 |
4 |
4 |
|
Mata pelajaran Pilihan |
||||
|
Pilihan lintas minat dan/atau
pendalaman minat |
6 atau 9 |
4 atau 8 |
4 atau 8 |
|
3.) Kelulusan
Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1),
peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan
menengah setelah:
a. Menyelesaikan
seluruh program pembelajaran;
b. Memperoleh
nilai minimal Baik (B) pada penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok
kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok
mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;
c.
Lulus
ujian sekolah/ madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan
teknologi;
d. Lulusan
Ujian Nasional
Kriteria peserta didik yang
dinyatakan lulus secara rinci sesuai dengan ketentuan mengenai penilaian akhir
dan ujian sekolah yang diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri dan
Prosedur Operasi Standar (POS) tentang Ujian Nasional yang berlaku saat itu.
Pelaksanaan Ujian
Nasional dan Ujian Sekolah
1. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta
didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan
atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan
dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah
mata pelajaran kelompok mata
pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam
ujian nasional dan aspek kognitif
dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta
kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah
2. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah
kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata
pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian
Standar Nasional Pendidikan. Hal-hal yang berkaitan dengan UN selanjutnya
secara terinci diatur lebih lanjut dengan peraturan
Menteri dan Prosedur Operasi Standar (POS) tentang Ujian Nasional yang berlaku saat
itu..
SMA Negeri 2 Ngawi sebagai Rintisan
Sekolah Bertaraf Internasional menargetkan untuk bisa lulus 100 %. Untuk mencapai target
tersebut beberapa program yang dilaksanakan adalah :
a.
Diadakan penambahan jam belajar.
Untuk jurusan Ilmu Alam ( IA ),
mata pelajaran Matematika, Fisika
, Kimia dan Biologi ditambah 1 jam pelajaran setiap minggunya, sedangkan untuk
jurusan Ilmu Sosial, mata pelajaran Geografi, dan Sosiologi ditambah 1 jam sedang Ekonomi ditambah 2 pelajaran setiap minggu
b.
Diadakan
Try Out Intern yang dilaksanakan pada semester genap untuk ke 6 mata pelajaran
UN
c.
Direncanakan
Try Out UN bekerjasama dengan MKKS
dan DINAS PENDIDIKAN Kabupaten
sebanyak 2 kali
d.
Try
Out dengan Lembaga Bimbingan Belajar ( jika memungkinkan )
e.
Latihan
mengerjakan kumpulan soal-soal UNAS
dibawah bimbingan guru matapelajaran
f.
Pembinaan
yang senantiasa dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan oleh pihak
terkait, misalnya wali kelas, guru BP / BK dll.
Disamping
target kelulusan 100 %, target lain yang tak kalah penting adalah diterimanya
siswa SMA Negeri 2 Ngawi di Perguruan Tinggi Negeri maupun Suasta Favorit
sebanyak-banyaknya, baik melalui jalur PMDK ataupan SNMPTN, melebihi
tahun-tahun sebelumnya.
Untuk
mendukung tercapainya target di atas dilakukan program sebagai berikut :
1.
Diadakan
sosialisasi langsung dari PTN / PTS Favorit
2.
Panduan
/ bimbingan pemilihan jurusan oleh BP/BK, sampai pendaftaran
3.
Try
Out dan sosialisasi yang dilaksanakan oleh Alumni
Program
pasca Ujian Nasional
Untuk mengantisipasi jika ada siswa yang mengalami
kegagalan Ujian Nasional, dicanangkan program :
a. Bimbingan Belajar untuk mata pelajaran yang
belum lulus, yang baik guru pembina, waktu maupun tempat pelaksanaan bisa
dipilih oleh siswa
b. Bimbingan
belajar untuk mempersiapkan mengikuti program ujian paket C
c. Bimbingan mental
4.) Mutasi
SMA
Negeri 2 Ngawi menentukan persyaratan pindah / mutasi peserta didik sesuai
dengan prinsip menejemen berbasis sekolah, melalui suatu mekanisme yang
obyektif dan transparan antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Memenuhi
persyaratan yang ditentukan
1.
Surat
permohonan orang tua yang bersangkutan
2.
Memiliki
Laporan Hasil belajar (Rapor) dengan nilai lengkap dari sekolah asal dengan
nilai yang lebih tinggi daripada nilai KKM
3.
Memiliki
Ijazah Sekolah Menengah Pertama/ sederajad.
4.
Memiliki
surat tanda lulus dengan nilai yang tidak lebih rendah dari nilai minimal (PSB
pada tahunya)
5.
Memiliki
surat pindah dari sekolah asal yang diketahui oleh pengawas dengan dilampirkan
daftar 8355 (status peserta didik yang bersangkutan)
b.
Menyesuaikan
bentuk laporan hasil belajar (LHBS) dari sekolah asal sesuai dengan bentuk
raport yang digunakan di sekolah tujuan
c.
Mengikuti
seleksi masuk dengan tes sesuai program yang diminati dan hasilnya diumumkan
secara terbuka.
F.
Pendidikan
Kecakapan Hidup
SMA Negeri 2 Ngawi memberikan
pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan social,
kecakapan akademik dan kecakapan vokasional, secara terpadu dan merupakan
bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran, muatan local dan
pengembangan diri.
G.
Pendidikan
berbasis keunggulan lokal dan global
Beberapa
bentuk pendidikan berbasis keunggulan lokal yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ngawi diantaranya
:
a.
Matapelajaran mulok Kewirausahaan adalah salah satu bentuk upaya peningkatan dan
pengembangan potensi daerah .
b.
Matapelajaran Bahasa Jawa adalah salah satu bentuk upaya peningkatan
pemahaman, penggunaan dan pelestarian bahasa dan budaya daerah
b.
Bentuk-bentuk
kegiatan yang mendukung pendidikan berbasis keunggulan lokal , seperti Bakti Sosial, zakat fitrah , penghijauan, penyembelihan
hewan qurban dll merupakan penanaman sikap dan nilai-nilai luhur gotong royong
dan kepedulian terhadap sesama
Beberapa
bentuk pendidikan berbasis keungulan global diantaranya :
a.
Mapel
Bahasa Arab dan Bahasa Jepang sebagai bahasa internasional
b.
Pembinaan
olimpiade
c.
Mempersiapkan
siswa mengikuti pertukaran pelajar ASEAN dan AFS
d.
Bekerjasama
dengan UNESCO melalui ASP net
BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk
kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran, yang
mencakup permulaan tahun ajaran, minggu
efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.
SMA Negeri
2 Ngawi menyusun kalender
pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, berpedoman pada kalender pendidikan yang
dikembangkan oleh dinas pendidikan dengan tetap memperhatikan kalender
pendidikan yang dimuat dalam Standar Isi.
Permulaan tahun ajaran adalah minggu ke dua bulan Juli
dan berakhir pada minggu terakhir bulan Juni. Minggu efektif untuk semester 1 berjumlah 20 minggu (122 hari) dan
3 hari efektif fakultatif, sedangkan untuk semester 2 berjumlah 18 minggu (110 hari). Minggu
efekti termasuk pekan ulangan, baik ulangan tengah semester maupun ulangan
akhir semester.
Waktu pembelajaran efektif tatap muka enam
hari dalam seminggu, yaitu hari Senin Kamis (pukul 07.00
13.45), Jumat (pukul 07.00 11.45) dan Sabtu (pukul 07.00 12.305). Pelaksanaan program remedial dan pengayaan dilaksanakan
sepanjang semester. Waktu setelah
jam kegiatan tatap muka berakhir (terutama Jumat dan Sabtu ) digunakan untuk kegiatan pengembangan diri dalam bentuk
kegiatan ekstrakurikuler dan rapat-rapat dewan pendidik. Hari libur terdiri
atas libur akhir semester 1, libur akhir tahun atau akhir semester 2, libur
hari besar keagamaan, libur nasional, dan libur yang berkaitan dengan kegiatan
khusus sekolah.
Libur akhir semester 1 selama dua
minggu, libur akhir tahun atau akhir semester 2 selama tiga
minggu. Libur hari besar keagamaan dan libur nasional disesuaikan dengan
kalender dan peraturan pemerintah yang berlaku. Sedangkan libur khusus
berkaitan dengan kegiatan sekolah disesuaikan dengan kalender kegiatan sekolah.
Kalender pendidikan SMA Negeri 2 Ngawi
tahun ajaran 2014/2015 disajikan sebagai berikut.