SMA Negeri 2 Ngawi Est. 63 to Taruna Indonesia

0
611

SEJARAH PANJANG
Ini mungkin satu-satunya di Indonesia sebuah Sekolah Menengah Atas yang memiliki sejarah berliku dan berpindah-pindah lokasi dan berkali-kali berganti nama. Inilah sekolah yang sekarang bernama SMA Negeri 2 Ngawi.

Sejarah yang berliku mirip aliiran bengawan Solo dan kali Madiun yang berliku-liku seperti ular mengitari sekolah tingkat atas yang tertua di Kabupaten Ngawi.

Menurut sumber yang tidak tertulis, namun cukup valid karena dituturkan oleh para pelaku sejarah berdirinya sekolah, SMA Negeri 2 Ngawi ini berdiri pada tanggal 1 Agustus 1963.

Banyak pihak yang tak begitu faham dengan sejarah sekolah yang melegenda di kota keripik ini, bahkan para alumninya pun dibuat bingung oleh sejarah sekolah yang memang sangat unik ini. Dapat dimaklumi kalau para alumni yang sudah tersebar di seluruh pelosok negeri mengabdi kepada negeri dengan profesi beraneka rupa itu.

Para generasi senior yang dulu menjadi angkatan pertama, kedua dan ketiga mungkin agak sulit dipahamkan bahwa sesungguhnya mereka itu adalah angkatan pertama, kedua dan ketiga dari SMA Negeri 2 yang sekarang berada di desa Kiltik, Kecamatan geneng itu, karena mereka memang tidak pernah merasa belajar di sekolah di tengah sawah di kawasan Ngawi sebelah selatan itu. Setahu mereka, dulu sekolahnya bereda dii sebelah barat Paseban Kabupaten Ngawi.

Demikian juga dengan angkatan keempat sampai kesepuluh, mereka juga akan merasa bimbang manakala mereka dikatakan sebagai alumni SMA Negeri 2 Ngawi yang pernah dinobatkan sebagai SMA Bertaraf Internasional itu, karena mereka memang tak pernah belajar di sekolah pinggiran kota itu, yang mereka ingat adalah bahwa sekolah mereka itu dulunya berada di sebelah selatan stadion Ketonggo.

Mungkin baru angkatan SMPP (Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan) dan seterusnya yang benar-benar paham bahwa sekolah mereka dulu adalah SMA Negeri 2 Ngawi yang sekarang. Karena mereka memang pernah merasakan belajar di tempat itu.

Pemahaman-pemahaman keliru para alumni angkatan terdahulu (angkatan pertama sampai angkatan kesepuluh) tentang sejarah sekolah mereka harus segera diluruskan sehingga mereka akhirnya sadar dan tahu tentang lika-liku sejarah sekolah yang mereka cintai itu.

Sekolah yang pernah membesarkan mereka dan mengantarkan mereka hingga mereka semua menjadi orang-orang hebat, orang-orang sukses dan orang-orang yang memiliki peran penting di negeri ini. Bung Karno pernah berkata dalam pidatonya yang berjudul Jas Merah, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Mereka para alumni itu harus tahu sejarah sekolahnya.

Kecanggungan, keraguan, dan kekurangpengertian terhadap sejarah sekolah mestinya tidak perlu dibiarkan berlarut-larut. Bukti-bukti autentik yang tidak bisa dibantahkan bahwa sesungguhnya SMA Ngawi yang di sebelah barat paseban dulu, yang berada di Beran sebelah selatan stadion Ketenoggo dulu dan yang ada di desa Klitik yang sekarang ini adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Adalah rangkaian tulang – belulang yang berserakan yang terhimpun dalam satu raga yang sekarang bernama SMA Negeri 2 Ngawi.

Bukti-bukti autentik pemersatu anak-anak SMA Negeri 2 Ngawi dari generasi ke generasi itu adalah sebagai berikut :

  1. Dokumen adminsterasi yang masih utuh dari dari siswa angkatan Paseban, Beran dan Klitik, dokumen itu berada di SMA Negeri 2 Ngawi.
  2. Salah satu bentuk dokumen sekolah itu adalah masih utuhnya Buku Induk Siswa dari angkatan pertama di Paseban dulu hingga angkatan terakhir. Buku Induk Siswa itu masih tersimpan di SMA Negeri 2 Ngawi. Sehingga siapapun alumni dari angkatan manapun kalau ingin melegalisir ijazah harus melegalisir di SMA Negeri 2 Ngawi.
  3. Yang tak kalah autentiknya adalah foto para pemimpin sekolah mulai dari yang pertama hingga yang terakhir masih terpajang di dinding ruang Kepala Sekolah hingga saat ini. Itulah nama-nama Kepala Sekolah mulai Kepala Sekolah waktu di paseban dulu, Kepala Sekolah waktu di Beran dulu hingga para Kepala Sekolah yang di Klitik sekarang ini.
  4. Para alumni SMA Ngawi angkatan Paseban dalam sejarah memang pindah seluruhnya mulai dari siswa, para guru dan semua dokumen administrasinya ke SMA Negeri Ngawi yang ada di Beran pada tahun 1967, sehingga rumah yang lama ditinggalkan karena sudah memiliki rumah baru yang lebih kokoh dan permanen. Dan pada tahun 1976 hingga 1979 secara bertahap siswa-siswa angkatan SMA Beran Ngawi berpindah lagi ke SMPP yang bereda di Klitik hingga pada tahun 1980 seluruh siswa angkatan Beran sudah pindah di rumah terbaru mereka, di desa Klitik Kecamatan Geneng.
  5. Bukti yang terakhir adalah bahwa alumni angkatan SMA Negeri Ngawi di Beran tidak bisa mengatakan sebagai alumni dari SMA Negeri 1 Ngawi yang sekarang menempati rumahnya anak-anak SMA Negeri 2 Ngawi tempo dulu yang berada di sebelah stadion Ketonggo itu karena SMA Negeri 1 Ngawi itu berdiri pada tahun 1980. Jadi, setelah anak-anak SMA Negeri Ngawi yang di beran itu berpindah semua termasuk guru-gurunya dan semua dokumen administrasinya ke rumah baru di Klitik, rumah yang di beran itu sementara terbiarkan kosong hingga akhirnya beridirilah SMA baru pada tahun 1980 yang sekarang menjadi SMA Negeri 1 Ngawi.

Bukti-bukti itu adalah Prasasti abadi yang mesti dijadikan panji-panji pemersatu betapa agungnya keluarga besar SMA Negeri 2 Ngawi itu. Ibarat suatu keluarga yang dulu hidupnya berpindah-pindah, namun mereka tetap satu keluarga besar.

Demikian juga keluarga SMA Negeri 2 Ngawi, saat belum punya rumah keluarga besar SMA Negeri 2 Ngawi (mungkin dapat dibilang) nebeng suatu bangunan tua yang berada di sebelah barat Paseban, setelah keluarga itu kuat dan mampu keluarga itu membeli tanah dan membangun rumahnya di Beran tepatny di sebelah seltan stadion Ketonggo Ngawi dank arena ingin memperluar areal rumahnya, keluarga besar itu membuat rumahnya yang baru yang berada di tengah persawahan di desa Klitik Kabupaten Ngawi hingga sekarang.

Ibarat keluarga pula anak-anak dari keluarga itu yang dilahirkan di rumah saat nebeng di sebelah barat Paseban dulu sebagai anak tertua, ada juga anak-anaknya yang dilahirkan di rumah Beran dan ada juga yang dilahirkan di desa Klitik.

Dan anak-anak itu semua terlahir dari goa garba seorang ibu yang sama, seorang ibu yang semakin tua semakin menjadi. dialah bunda yang cantik dan hebat, seperti bunda Kunti yang dengan sabar membesarkan anak-anaknya Pandawa Lima, bunda yang sangat berharap seluruh anak-anaknya rukun bersatu padu, dialah bunda SMA Negeri 2 Ngawi.

TENTANG HARI JADI SMA NEGERI 2 NGAWI

Tidak ada (belum ada) bukti otentik dalam bentuk dokumen-dokumen resmi yang menyatakan tanggal dan bulan dan tahun tertentu sebagai hari lahirnya SMA Negeri 2 Ngawi. Ketiadaan dokumen penting itu dimungkinkan karena 2 hal :

  • Karena pada saat itu pengarsipan dokumen-dokumen sekolah memang belum tertata secara tertib, hal ini dapat dimaklumi karena tenaga adminstrasi saat itu memang belum terlatih untuk masalah itu dan bisa jadi tenaga adminstrasi pada tahun awal pendirian sekolah saat itu belum ada dan kalu pun ada mungkin masih comotan atau bahkan dilakukan oleh guru.
  • Kemungkinan kedua adalah karena dokumen resmi yang menyatakan tanggal, bulan dan tahun pendirianya memang tidak ada. Tidak ada (belum ditemukan hingga saat ini) adanya Surat Keterangan baik dari Pemerintah Daerah atau Dinas Pendidikan yang secara resmi memutuskan berdirinya sekolah SMA satu-satunya di Ngawi tersebut. Yang ada pada saat itu adalah semangat para pendiri sekolah untuk segera melahirkan Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Ngawi dan dokumen-dokumen itu mungin dianggap tidak begitu penting.

Penentuan tanggal 1 Agustus 1963 sebagai hari jadi SMA Negeri 2 Ngawi didasarkan atas sebuah logika sebagai berikut :

  1. Pada saat itu tahun pelajaran dimulai pada bulan Agustus.
  2. Kegiatan belajar mengajar di SMA Ngawi di Paseban saat itu memang benar-benar dimulai pada bulan Agustus 1963.
  3. Penentuan tanggal 1 karena memang tahun pelajaran pada saat itu dimulai pada tanggal 1 Agustus.
  4. Secara turun temurun penganggapan hari lahirnya SMA Negeri 2 adalah tanggal 1 Agustus 1963.
  5. Penentuan tanggal berdasar dimulainya tahun ajaran baru yang dimulai pada tanggal 1 Agustus tersebut dianggap lebih rasional dibanding mendasar pada peristiwa atau dokumen lainnya yang memang tidak ada bukti-bukti pendukung yang kuat.

CERITA PENDIRIAN SMA NGAWI

Saat itu, di tahun 1960-an belum ada sekolah setingkat sekolah menengah atas di kabupaten Ngawi. Para siswa alumni SMP atau MTs banyak meneruskan sekolahnya ke luar kota seperti Madiun, Solo dan Surabaya. Hal ini membuat para pejabat di lingkungan Kabupaten Ngawi prihatin.

Akhirnya dari pihak Pemerintah Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat dan bahkan dari Kejaksaan dan para tokoh pendidikan saat itu berembuk dan bersepakat untuk mendirikan sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Ngawi.

Itulah SMA pertama dan satu-satunya di Ngawi. Karena belum memiliki gedung, maka tempat sekolah itu dipilih di suatu gedung tua yang berada di sebelah barat Paseban Kabupaten Ngawi.

MELEGENDA

Sejak berdiri di pada tahun 1963 SMA Ngawi berlokasi di Paseban Pendopo Agung Kabupaten Ngawi. Pada tahun 1967 SMA Ngawi sudah memiliki tempat baru yang lebi representative, tepatnya berlokasi di desa Beran Ngawi, yang sekarang ditempati SMAN 1 Ngawi pernah memiliki sebutan SMABRANI singkatan dari SMA Beran Ngawi.

Mulai saat itu, SMA NGAWI terus bertranformasi menjadi sekolah terbaik di eranya. Pada tahu 1981, SMAN Ngawi berpindah lokasi untuk yang kedua kalinya, dan tempat yang baru tersebut berada di desa Klitik kecamatan Geneng sampai sekarang.

Dengan adanya program pemerintah untuk memperbanyak sekolah unggulan di seluruh Indonesia, maka SMA Ngawi berubah nama menjadi SMPP singkatan dari Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan. Setelah itu, tepanya pada tahun 1986, SMPP tidak dilanjutkan, sehingga nama sekolah kembali menggunakan SMA, tepatnya SMA 3 Ngawi.

Mengapa SMA 3? Karena semenjak berdirinya SMPP, di Ngawi hanya ada 2 SMA, yaitu SMAN 1 yang di Beran dan SMAN 2 di Widodaren, sehingga dengan dihapusnya SMPP dan sekolah kita menjadi SMA, maka urutan berikutnya adalah SMAN 3 Ngawi.

Kemudian dengan adanya peraturan pemerintah nama SMA berubah menjadi SMU, dan penamaan sekolah berdasarkan nama Kecamatan maka nama sekolah kita pun menjadi SMU 2 Ngawi. Dan yang mengherankan nama sekolah kita bukan SMUN 1 Geneng, tapi tetap SMUN 2 Ngawi.

Pada beberapa tahun berikutnya nama Sekolah Menengah Umum (SMU) diubah lagi menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA), maka akhirnya nama sekoah kita berubah lagi menjadi SMA Negeri 2 Ngawi.

SMAN 2 Ngawi pernah dipercaya oleh pemerintah untuk mengelola sekolah berstandar Internasional dan sekolah kita mnyndang nama SMAN 2 Ngawi RSBI. Setelah program RSBI diberhentikan, namanya kembali SMAN 2 Ngawi. Dan sejak tahun pelajaran 2022/2023 SMAN 2 Ngawi mencoba mnegibarkan bendera baru, SMA Negeri 2 Ngawi TARUNA INDONESIA.

Dirgahayu SMADA tercinta yang ke 59, 1 Agustus 1963 – 1 Agustus 2022. Semoga terus Berjaya untuk selalu melahirkan anak-anak calon pemimpin bangsa.

___
AS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × five =