Inilah Pidato Nadiem Makariem Dalam Rangka Peringatan Hari Guru Nasional 2019

0
486
Foto : Dok. Kemendikbud

JAKARTA — Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim dalam rangka Hari Guru Nasional tahun 2019 dinilai sangat menyentuh bagi semua kalangan, terutama bagi para Guru.

Teks pidato yang hanya 2 halaman yang telah beredar viral tersebut dibacakan saat upacara bendera peringatan Hari Guru Nasiona di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Nadiem membuka pidato dengan meminta maaf karena pidato yang disampaikannya tersebut tidak seperti para pendahulunya.

“Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati, biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik,” tulis Nadiem.

Nadiem mengaku ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Ia tidak akan pernah membuat janji kosong kepada ratusan guru. Komitmennya adalah akan berjuang demi kemerdekaan belajar di Indonesia.

“Saya tidak akan membuat janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,” tegas Nadiem.

Berikut pidato lengkap Nadiem Makarim yang diunggah di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan :

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PADA UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI GURU NASIONAL TAHUN 2019

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi dan salam kebajikan bagi kita semua,
Bapak dan Ibu Guru yang saya hormati,

Biasanya tradisi Hari Guru dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.

Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Guru Indonesia yang tercinta, tugas Anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit.

Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan.

Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Anda frustasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan menghafal.

Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagaman sebagai prinsip dasar birokrasi.

Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi.

Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.

Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambil langkah pertama.

Besok, di manapun Anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas Anda.

  1. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar.
  2. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
  3. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
  4. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
  5. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
  6. Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.

Selamat Hari Guru,
#merdekabelajar #gurupenggerak

Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

BERI KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 − eighteen =